Ujian MP E61-E63

Soal Esay UTT MP Studi Kasus Video Motivasi dan Iklan Susu E61-E63-E60-E62-EK23

Sebuah perusahaan susu untuk konsumen berusia di bawah 12 tahun akan membuat sebuah iklan televisi mengenai produknya tersebut. Sebagai ahli pemasaran, anda diminta oleh perusahaan tersebut untuk membuat iklan televisi tersebut. Perusahaan meminta anda menggunakan teori motivasi konsumen dalam membuat iklan tersebut. Sebelum membuat iklan tersebut, anda diminta memahami teori motivasi konsumen terlebih dahulu, anda diminta menonton video motivasi konsumen dengan mengclick link gambar berikut berikut:

Sebelum menonton video tersebut, mohon mengclick menu subscribe yang terletak dibawah kiri video. Dengan mengclick subscribe artinya anda menjadi teman saya di Youtube yang telah menonton video yang telah saya buat.  Jika anda bertemen di Youtube, maka secara otomatis Youtube akan memberi tahu anda jika ada video lain yang saya buat dan di upload di Youtube.

Perusahaan meminta anda agar berhati-hati dalam membuat pesan atau menulis klaim khasiat susu dalam iklan tersebut sehingga tidak dianggap sebagai informasi atau klaim yang mengelabui.

Berikut adalah penjelasan Ujang Sumarwan, 2011 dalam bukunya Perilaku Konsumen: Teori dan aplikasinya dalam pemasaran

Apa yang dimaksud “informasi yang mengelabui”?

  • Informasi yang tidak benar
  • Tidak logis
  • Tidak mendasar

Iklan adalah sarana yang digunakan untuk :

  1. Menyampaikan atribut produk ke konsumen
  2. Membujuk konsumen agar mau membeli produk tersebut
  3. Sering kali untuk menyampaikan informasi yang mengelabui

Ada 4 jenis informasi yang mengelabui

  1. Klaim Dua Arti : Pernyataan yang mengandung dua arti ; sebagian benar dan sebagian salah. Contoh iklan mengenai telur yang menyatakan bahwa “telur tidak berbahaya dan sumber gizi yang dibutuhkan oleh tubuh” Adalah benar telur merupakan sumber gizi tetapi pernyataan telur tidak berbahaya adalah mengelabui, karena telur dapat menjadi tidak baik bagi sebagian konsumen yang sedang sakit tertentu.
  2. Klaim tidak rasional: Pernyataan yang tidak mempunyai dasar, tidak didukung oleh logika. Contoh produk kecantikan yang dapat menghilangkan kerut pada wajah seketika atau instan
  3. Klaim Objektif: Informasi tentang karakteristik suatu produk, dapat dibuktikan kebenarannya melalui pengujian. Misalnya susu mengandung 10 gram protein, maka kita dapat membuktikan klain tersebut melalui uji lab. Jika benar, maka iklan memberikan informasi yang benar. Jika salah maka iklan tersebut memberikan informasi yang mengelabui.
  4. Klaim Subjektif: Informasi yang subjektif, sukar diukur secara objektif dan sulit dibuktikan kebenarannya. Misalnya susu akan meningkatkan kecerdasan dan keceriaan. Dua klain tersebut sulit diukur kebenarannya.

Anda diminta terlebih dahulu menonton sebuah iklan susu dan diminta memberikan penilaian berdasarkan konsep 4 jenis informasi yang mengelabui tersebut. Jika anda mampu memberikan penilaian terhadap pesan atau klaim iklan susu tersebut, maka perusahaan menganggap anda telah memahami konsep iklan yang mengelabui dan diharapkan anda dapat menghindari pembuatan iklan yang memberikan informasi yang mengelabui. Silahkan click nama anda untuk menonton sebuah iklan, setiap mahasiswa akan menonton iklan yang berbeda. (lihat Tabel nama di bawah, click nama anda masing-masing)

Setelah menonton video motivasi dan video iklan susu, maka bahaslah iklan tersebut. Anda diminta mengevaluasi iklan dengan menggunakan

a. Konsep klaim yang mengelabui dari Ujang Sumarwan, 2011 dan

b. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PENGAWASAN PERIKLANAN PANGAN OLAHAN Lampiran 2, isi dari lampiran dua dapat dilihat di bawah ini setelah Tabel nama mahasiswa

Jelaskan informasi pesan atau klaim yang mengelabui berdasarkan perspektif informasi yang mengelabui dari buku Sumarwan, 2011 jelaskan pula apakah ada pelanggaran terhadap peraturan Badan POM tersebut, bagian atau ayat mana yang dilanggar dan jelaskan pula konsep motivasi yang digunakan dalam iklan susu tersebut.

Tuliskan jawaban anda dalam file word kemudian beri nama file tersebut dengan nama anda dan nrp anda misalnya johan rinaldi H2412100050.docx. kemudian file tersebut di upload disini dengan mengclick

Upload Jawaban Esay UTT MP Studi Kasus Video Motivasi dan Iklan Susu E61-E63-E60-E62-EK23

Batas Akhir Rabu 22 Maret 2017 Pk 23.50

(masukan user id dan password lms anda)

No Nama Lengkap NIM Angkatan Nama Produk Merek
1 Adi Mulyadi k15161044 E61 SGM Eksplor Presinutri+ – Lengkapi Nutrisinya dan #JadikanDuniaSahabatnya SGM
2 Adinda Citra Kusuma k15161045 E61 Iklan Susu SGM 3 versi Pohon Strawberry (2008) SGM
3 Ahmad Saomin Ali k15161046 E61 Iklan susu SGM eksplor (Julianti sebagai Ibu Guru) SGM
4 Ali Akil Parlindungan Siregar k15161047 E61 Iklan Susu SGM Eksplor 2015 Berdua Lebih Hebat Fix Version SGM
5 Bayu Widiarno k15161048 E61 aluna paling senang nonton iklan apalagi iklan Susu SGM hihi SGM
6 Daniel Herianto Simbolon k15161049 E61 Iklan Susu SGM Eksplor Soya dengan Presinutri+ SGM
7 Dony Ariya Iskandar k15161050 E61 Iklan SGM Eksplor Edisi Kedua dengan Presinutri+ Berdua Jadi Hebat SGM
8 Dwi Intan Widyastuti k15161051 E61 Iklan SGM Eksplor Presinutri+ – Masuk Sekolah (2017) SGM
9 Endang Gunawan k15161052 E61 Iklan Bebelac 3 – Kucing Hilang Bebelac
10 Evy Riyanti k15161053 E61 Saatnya Ikutan Bebehero Hi5! Bebelac
11 Ghaniy Ridha Prima k15161054 E61 Iklan Susu Bebelac 3 [45S] @ (2016) Bebelac
12 Herpri Darmansyah k15161055 E61 Bebelac 3 – medley You’re My Everything Bebelac
13 Hilal Firmansyah k15161056 E61 Iklan Bebelac (You’re My Everything) – YouTube.flv Bebelac
14 Imam Wahyudi Sukoco k15161057 E61 Iklan Bebelac 3 – Hi5 Bebelac
15 Indra Sugiarto k15161058 E61 Iklan Bebelac 3 2012 Bebelac
16 Johan Firmansyah k15161059 E61 Afiqah – IKLAN Bebelac Bebelac
17 Mohammad Harris Pratama k15161060 E61 Iklan Bebelac 3 – Kucing Hilang Bebelac
18 Mochammad Ridwan Aditya k15161061 E61 Iklan Susu Anak S 26 Procal Gold Procal Gold
19 Mohammad Baedowy k15161062 E61 Iklan Susu Procal Gold versi Berjuta Akal Pintar Setiap Hari Procal Gold
20 Muhamad Hafiz Abdillah k15161063 E61 Iklan S-26 Procal Gold [HD] Procal Gold
21 Puryani k15161064 E61 IKLAN S26 PROCAL GOLD WYETH TTV 2016 Procal Gold
22 Rian Priyatno k15161065 E61 Iklan Procal S26 – JADIKAN PINTARNYA BERSINAR Procal Gold
23 Rizky Surya Ananda k15161066 E61 Iklan S-26 Procal Gold Procal Gold
24 Rulli Hendriani k15161067 E61 Iklan Procal Gold S-26 – Renang (2) Procal Gold
25 Ruth Johana Angelina k15161068 E61 Iklan Procal Gold S-26 – Teka-Teki Procal Gold
26 Sintya Rosdwianty k15161069 E61 Susu Bendera Coklat Bendera
27 Siti Komariah k15161070 E61 Iklan Frisian Flag – Keluarga (2017) Bendera
28 Syuhairi k15161071 Iklan Frisian Flag Susu Bendera Jelajah edisi Sembunyi Kaya Bunglon Bendera
29 Tribella Kembaren k15161072 E61 Iklan Frisian Flag Susu Bendera (Versi Marshanda) (Sekitar 1999) Bendera
1 Adithia Anggraeni k15161114 E63 Iklan Susu Bendera / Frisian Flag Coklat – Tetes Terakhir (2002 & Remake 2006) Bendera
2 Asy Syifa Vivekananda k15161115 E63 Iklan Susu Bendera Frisian Flag Edisi Karakter Superhero Bendera
3 Bintang Mukhammad Burhanudin Akbar k15161118 E63 Iklan Susu Bendera (1994) @ RCTI Bendera
4 Budi Rahardjo k15161119 E63 Iklan Susu Bendera Frisian Flag dengan Desain Bukaan Baru Bendera
5 Chiquita Maharani k15161120 E63 Iklan Dancow Terbaru 2015 dengan FortiGro Dancow
6 Dedy Guswandi k15161121 E63 Iklan Dancow 1+ dengan Excelnutri+ edisi Ngasih Makan Domba Dancow
7 Dwi Widodo Primantoro k15161122 E63 Iklan Dancow Fortigro – Lalu Lintas Dancow
8 Farhan Fauzan k15161123 E63 Iklan Dancow 1+ 2015 edisi Jadi Koboi Dancow
9 Glynae Widyawati k15161124 E63 Nestle Indonesia – DANCOW EXCELNUTRI+ – I’m Proud! #DANCOWLindungi Dancow
10 Henri Simanjuntak k15161125 E63 Nestlé Indonesia – Tips Siap Sekolah – Video DANCOW FortiGro Excelnutri+ Dancow
11 Iik Yani Hidayati k15161126 E63 Nestlé Indonesia – Beda Masa, Cinta Ibu Selalu Sama – #KarenaBunda – Video DANCOW FortiGro Dancow
12 Ilham Arie Hermanda k15161127 E63 Nestlé Indonesia – Jingle #SiapSekolah – Video DANCOW FortiGro Dancow
13 Indri E63 Iklan Susu Zee – Clay Griblle dan Andryan Bima Zee
14 Irpan Effendi k15161128 E63 Iklan Susu Zee – Tumbuh Tinggi Banyak Solu Zee Zee
15 Kasaya Annisa Rahmaniah k15161129 E63 Iklan Susu Zee edisi Hujan Zee
16 Maulita Lutfiani k15161130 E63 [Fradhyt] Iklan TVC Susu Zee “Loncat Pagar” Zee
17 Mia E63 Iklan Susu Zee Berhadiah Mainan Superhero DC Comics Justice League 15s Zee
18 Mokhamad Fadhil Adnanhasan k15161131 E63 IKLAN SUSU ZEE JAN 2017 Zee
19 Muhammad Adam Soetirto k15161132 E63 Iklan Susu Zee “Brandon’s Mom Testimony” 30″ Zee
20 Muhammad Fachril Husain Jeddawi k15161133 E63 Iklan Susu Zee – Tumbuh Tinggi Banyak Solu Zee 30sec Zee
21 Nia Sarastika Trinugroho k15161134 E63 [Fradhyt] Iklan Promo Event Susu ZEE “Anak PrestaZee Indonesia” Zee
22 Novie Nostalgia Adiwinata k15161135 E63 Iklan Enfagrow A+ Enfagrow
23 Nugraha Bagoes Soegesty k15161136 E63 Iklan Susu Enfagrow A+ edisi Terbaru 2015 Enfagrow
24 Pamian Siregar k15161137 E63 Enfagrow A+ with 360 MiND Plus (Bahasa Malaysia) Enfagrow
25 Rara E63 Iklan Enfagrow A Enfagrow
26 Salix Fini Maris k15161138 E63 Enfagrow A+ Gentle Care – Solusi Perut Peka Si Kecil Enfagrow
27 Sandi Octa Susila k15161139 E63 Iklan Enfagrow A+1 Enfagrow
28 Sujianto k15161140 E63 Susu Enfagrow Enfagrow
29 Yelli Yulian k15161141 E63 Enfagrow A+ – Ayo Bantu Optimalkan Cerdasnya Enfagrow
30 Yusuf Iskandar k15161142 E63 Iklan – Enfagrow 02_30s Enfagrow

Bacalah lampiran berikut:

LAMPIRAN II PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PENGAWASAN PERIKLANAN PANGAN OLAHAN

INFORMASI IKLAN

A. PERSYARATAN UMUM

  1. Informasi yang harus diperhatikan dalam Iklana.

a. Iklan harus jujur, benar dan bertanggungjawab.

b. Cara penyajian iklan harus memperhatikan kepantasan dan sesuai dengan norma kesopanan dan budaya yang berlaku di masyarakat.

c. Nama dagang yang telah memiliki sertifikat merek apabila digunakan sebagai pesan dan/atau klaim dalam iklan wajib disertai bukti ilmiah yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan

d. Iklan wajib menyatakan atau mencantumkan tulisan “Baca label sebelum membeli”.

  1. Informasi yang tidak boleh dicantumkan dalam Iklan

a. Iklan dilarang memuat kata, pernyataan, gambar yang bermakna hiperbola yang berpeluang untuk ditiru dan membahayakan. Iklan boleh memuat ekspresi dan/atau visualisasi hiperbola yang berada di luar jangkauan akal manusia selama masih memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dan pesan yang disampaikan tidak menyesatkan.

b. Iklan dilarang memuat kata atau kalimat sebagai berikut:

1) Kata-kata superlatif seperti “paling”, “nomor satu”, ”top”, atau kata-kata berawalan “ter“, dan atau yang bermakna sama, kecuali jika disertai dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan

2) ”Satu-satunya”, ”hanya”, ”cuma”, atau yang bemakna sama tidak boleh digunakan, kecuali jika secara khas disertai dengan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan, dalam hal apa produk tersebut menjadi satu-satunya

3) “Jauh lebih…” atau “Lebih …” atau yang semakna, kecuali apabila diperbandingkan dengan produknya sendiri.

-15-

4) “Sehat”, “Cerdas”, “Pintar” jika terkait dengan sebab dan akibat dari mengkonsumsi pangan yang diiklankan.

5) “Aman”, “tidak berbahaya”, ”tidak mengandung risiko” atau “tidak ada efek samping” atau yang semakna, tanpa keterangan yang lengkap.

c. Pangan olahan dilarang diiklankan seolah-olah sebagai obat.

d. Iklan dilarang menggunakan dan/atau menampilkan secara tidak layak pahlawan, monumen dan lambang-lambang kenegaraan maupun tokoh-tokoh dan monumen yang telah merupakan milik umum.

e. Iklan dilarang menggunakan kata-kata:

1) Penemuan baru

2) Ajaib/keajaiban alami

3) Keramat

4) Keajaiban dunia

5) Agar lebih aktif

6) Agar lebih berprestasi

7) Modern

8) Canggih

f. Iklan dilarang menyalahgunakan istilah-istilah ilmiah, statistik dan grafik apabila bertujuan untuk menyesatkan khalayak, atau menciptakan kesan yang berlebihan dan tak bermakna, serta tidak sesuai dengan kaidah kaidah penelitian

g. Iklan dilarang menyebutkan teknologi pengolahan kecuali teknologi tersebut termasuk dalam kelompok jenis pangan, seperti susu UHT, susu pasteurisasi, dan/atau susu evaporasi, karena proses UHT, pasteurisasi, dan/atau evaporasi merupakan proses yang termasuk dalam kelompok jenis pangan.

h. Iklan dilarang mengaitkan atau menghubungkan dengan suatu event/ peristiwa/ kegiatan, dimana karena mengkonsumsi pangan tersebut seseorang meraih prestasi, atau berhasil keluar sebagai pemenang dalam kegiatan tersebut.

i. Iklan dilarang mengambil kesempatan/keuntungan terhadap kesalahan orang lain untuk kepentingan periklanan pangan.

j. Iklan dilarang mencantumkan bahwa pangan dapat menyehatkan dan dapat memulihkan kesehatan.

-16-

k. Iklan dilarang memuat keterangan atau pernyataan bahwa pangan tersebut adalah sumber energi yang unggul dan segera memberikan kekuatan.

l. Iklan tidak boleh dihubungkan dengan hal-hal yang menyangkut kesehatan dan pemulihan tenaga, kecuali pangan dengan klaim penurunan risiko penyakit.

m. Iklan dilarang melecehkan, mendiskreditkan atau merendahkan baik secara langsung maupun tidak langsung pangan lain.

n. Dilarang menampilkan dalam bentuk apapun hal-hal yang dianggap dapat mengganggu atau merusak jasmani dan rohani anak-anak.

o. Penggunaan pendekatan fantasi atau imajinasi tidak boleh dibuat sedemikian rupa, sehingga mendorong anak untuk mempercayainya sebagai suatu kebenaran.

3. Hal-hal yang tidak boleh digunakan/dicantumkan dalam Iklan

a. Pemeran

1) Iklan tidak boleh diperankan oleh tenaga kesehatan, tokoh agama, atau pejabat publik atau berperan sebagai tenaga kesehatan atau pejabat publik.

2) Iklan dilarang semata-mata menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 (lima) tahun dalam bentuk apapun, kecuali apabila pangan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia di bawah 5 (lima) tahun.

b. Setting / Gambar

1) Iklan dilarang menampilkan gambar laboratorium, nama, logo atau identitas lembaga, termasuk lembaga yang melakukan analisis dan/atau mengeluarkan sertifikat terhadap pangan.

2) Iklan tidak boleh menampilkan adegan, gambar, tanda, tulisan, kata-kata, suara, dan lainnya yang memberi kesan tidak sopan.

c. Materi Edukasi

Untuk materi edukasi baik dalam bentuk advertorial ataupun bentuk lainnya agar dipisahkan dari iklan pangan olahan sehingga tidak bias antara iklan pangan olahan dengan materi informasi umum atau iklan layanan masyarakat.

-17-

B. PERSYARATAN KHUSUS

  1. Iklan Pangan yang Berkaitan dengan Gizi dan Kesehatan

a. Pernyataan dan atau gambar bahan pangan yang dapat diiklankan harus sesuai dengan klaim dan label yang disetujui

b. Iklan dilarang menyatakan seolah-olah pangan berlabel gizi mempunyai kelebihan dari pangan yang tidak berlabel gizi.

c. Iklan dilarang memuat pernyataan kandungan zat gizi pada pangan apabila kandungan zat gizi tersebut tidak seluruhnya berasal dari pangan tersebut, tetapi sebagian diberikan oleh pangan lain yang dapat dikonsumsi bersama-sama.

2. Iklan Pangan Olahan Tertentu

a. Iklan pangan yang mencantumkan Klaim Penurunan Risiko Penyakit harus dievaluasi terlebih dahulu sebelum diiklankan.

b. Pangan yang mencantumkan Klaim Penurunan Risiko Penyakit sebagaimana dimaksud pada huruf (a) ditentukan berdasarkan risk based evaluation.

c. Pangan untuk bayi yang boleh diiklankan hanya makanan pendamping ASI (MP-ASI).

d. Iklan MP-ASI wajib memuat keterangan peruntukannya. Keterangan peruntukan harus jelas dinyatakan bahwa produk tersebut ditujukan untuk bayi berusia 6 bulan ke atas atau berdasarkan indikasi medik, sampai anak berusia 24 bulan.

e. Iklan tentang formula bayi, formula lanjutan, dan pangan untuk keperluan medis khusus dilarang dimuat dalam media massa, kecuali dalam media cetak khusus tentang kesehatan, setelah mendapat persetujuan Menteri Kesehatan. Iklan formula bayi dan formula lanjutan wajib memuat keterangan bahwa pangan yang bersangkutan bukan pengganti ASI.

f. Iklan MP-ASI dilarang menampilkan gambar bayi di bawah usia 6 bulan.

g. Formula pertumbuhan yang memakai nama dagang yang sama dengan nama dagang formula bayi dan formula lanjutan dilarang diiklankan.

h. Iklan pangan dengan klaim penurunan risiko penyakit wajib menyatakan keterangan tentang peruntukan, anjuran konsumsi dan peringatan perhatian yang perlu diketahui

-18-

i. Iklan pangan untuk anak-anak wajib memenuhi ketentuan sebagai

berikut:

1) Dilarang mengambil manfaat atas kemudah-percayaan, kekurangan pengalaman atau kepolosan hati anak-anak

2) Iklan tidak diperkenankan mengesankan bahwa manfaat dari suatu produk dapat memengaruhi perubahan status, popularitas, kepandaian, keberhasilan dalam kegiatan olah-raga, perubahan fisik, dan hal-hal sejenis lainnya.

3) Iklan tidak boleh menganjurkan atau membenarkan, atau mendorong timbulnya perilaku yang tidak benar; seperti:

  • Menentang atau mengabaikan nasihat atau anjuran orangtua atau orang yang dituakan.
  • Menampilkan adegan berbahaya atau kekerasan, sekalipun dikemas dalam bentuk permainan anak.
  • Menggunakan bahasa atau percakapan yang tidak pantas diucapkan oleh anak.
  • Menampilkan adegan yang mengeksploitasi daya rengek (pester power) anak, dengan tujuan memaksa para orangtua untuk mengabulkan permintaan anak mereka akan produk terkait.
  • Menganjurkan pola makan atau diet yang tidak sehat.
  1. Iklan Bahan Tambahan Pangan

a. Iklan bebas bahan tambahan pangan atau yang semakna harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

b. Iklan sediaan pemanis buatan dilarang menggunakan tulisan, katakata, gambar seolah-olah pemanis buatan berasal dari alam.

  1. Iklan yang Berkaitan dengan Proses dan Asal serta Sifat Bahan Pangan

a. Kata-kata, kalimat, pernyataan, gambar tentang asal serta sifat bahan pangan untuk disampaikan dalam iklan hanya boleh digunakan apabila tidak menyesatkan, dan/atau menimbulkan penafsiran yang salah.

b. Penggunaan klaim “bebas kolesterol” atau “non kolesterol” pada iklan hanya diperbolehkan apabila pangan tersebut mengandung bahan yang secara kajian ilmiah lazim mengandung kolesterol.

c. Pernyataan “alami” hanya dapat digunakan untuk bahan mentah, yang tidak dicampur dan tidak diproses atau produk yang diproses secara fisika tetapi tidak mengubah sifat kimia dan kandungannya.

-19-

d. Pernyataan “murni” atau pernyataan “100%” hanya dapat digunakan untuk produk pangan yang tidak ditambahkan/dicampur dengan bahan lain.

e. Pernyataan “dibuat dari” hanya dapat digunakan bila produk yang bersangkutan seluruhnya terdiri dari satu bahan.

f. Pernyataan “dibuat dengan … ” atau “berisi … ” dapat digunakan bila produk terdiri dari beberapa bahan.

g. Pernyataan “segar” hanya dapat digunakan apabila pangan tidak diproses, berasal dari suatu bahan dan menggambarkan pangan yang belum mengalami penurunan mutu secara keseluruhan.

h. Pangan yang dibuat atau berasal dari bahan alamiah tertentu hanya dapat diiklankan sebagai pangan yang berasal dari bahan baku alamiah tersebut apabila pangan tersebut mengandung bahan alamiah yang bersangkutan tidak kurang dari persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia atau ketentuan lain yang berlaku.

i. Iklan tidak boleh menyebutkan kata-kata “higienis”, “sanitasi”, dan hal lain semakna yang sudah merupakan keharusan dalam proses produksi pangan.

5. Iklan Minuman Beralkohol

a) Setiap orang dilarang mengiklankan minuman beralkohol dalam media massa apapun.

b) Tidak mempengaruhi atau merangsang khalayak untuk mulai meminum minuman beralkohol.

c) Tidak menyarankan bahwa tidak meminum minuman beralkohol adalah hal yang tidak wajar.

d) Tidak menggambarkan penggunaan minuman beralkohol dalam kegiatan-kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan.

e) Tidak menampilkan ataupun ditujukan terhadap anak di bawah usia 21 tahun, dan/atau wanita hamil.

  1. Iklan Pangan yang Menyertakan Undian, Sayembara dan Hadiah

a. Iklan pangan boleh menyertakan undian, sayembara atau hadiah langsung

b. Pencantuman pernyataan “syarat dan ketentuan berlaku” dalam iklan harus diikuti dengan keterangan yang menjelaskan di mana dan bagaimana memenuhi persyaratan dan ketentuan tersebut.

c. Pernyataan “syarat dan ketentuan berlaku” harus mudah terbaca.

-20-

d. Mencantumkan tanggal penarikan dan cara pengumuman pemenangnya.

e. Dilarang mensyaratkan “selama persediaan masih ada“ atau ungkapan lain yang sejenisnya.

  1. Iklan Pangan Halal

a. Kata halal pada sesuatu produk hanya dapat disiarkan sesudah produk tersebut memperoleh sertifikat halal resmi dari lembaga yang berwenang.

b. Kata ”halal” tidak boleh dieksploitasi. Eksploitasi kata halal adalah penggunaan label halal atau kata halal sebagai pesan utama yang dikampanyekan dengan tujuan untuk merayu, membujuk atau mempengaruhi proses pembelian. Kata halal hanya boleh dicantumkan sebagai informasi atau fakta.

KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

ROY A. SPARRINGA