Ujian UAT MP R58

Soal Esay UAT MP Studi Kasus Video Keputusan Konsumen dan Iklan Susu R58

Sebuah perusahaan susu untuk konsumen berusia di bawah 12 tahun akan membuat sebuah iklan televisi mengenai produknya tersebut. Sebagai ahli pemasaran, anda diminta oleh perusahaan tersebut untuk membuat iklan televisi tersebut. Perusahaan meminta anda menggunakan teori proses keputusan  konsumen dalam membuat iklan tersebut. Sebelum membuat iklan tersebut, anda diminta memahami teori proses keputusan  konsumen terlebih dahulu, anda diminta menonton video proses keputusan  konsumen dengan mengclick link gambar berikut berikut:

Sebelum menonton video tersebut, mohon mengclick menu subscribe yang terletak dibawah kiri video. Dengan mengclick subscribe artinya anda menjadi teman saya di Youtube yang telah menonton video yang telah saya buat.  Jika anda berteman di Youtube, maka secara otomatis Youtube akan memberi tahu anda jika ada video lain yang saya buat dan di upload di Youtube.

Perusahaan meminta anda agar berhati-hati dalam membuat pesan atau menulis klaim khasiat susu dalam iklan tersebut sehingga tidak dianggap sebagai informasi atau klaim yang mengelabui.

Berikut adalah penjelasan Ujang Sumarwan, 2011 dalam bukunya Perilaku Konsumen: Teori dan aplikasinya dalam pemasaran

Apa yang dimaksud “informasi yang mengelabui”?

  • Informasi yang tidak benar
  • Tidak logis
  • Tidak mendasar

Iklan adalah sarana yang digunakan untuk :

  1. Menyampaikan atribut produk ke konsumen
  2. Membujuk konsumen agar mau membeli produk tersebut
  3. Sering kali untuk menyampaikan informasi yang mengelabui

Ada 4 jenis informasi yang mengelabui

  1. Klaim Dua Arti : Pernyataan yang mengandung dua arti ; sebagian benar dan sebagian salah. Contoh iklan mengenai telur yang menyatakan bahwa “telur tidak berbahaya dan sumber gizi yang dibutuhkan oleh tubuh” Adalah benar telur merupakan sumber gizi tetapi pernyataan telur tidak berbahaya adalah mengelabui, karena telur dapat menjadi tidak baik bagi sebagian konsumen yang sedang sakit tertentu.
  2. Klaim tidak rasional: Pernyataan yang tidak mempunyai dasar, tidak didukung oleh logika. Contoh produk kecantikan yang dapat menghilangkan kerut pada wajah seketika atau instan
  3. Klaim Objektif: Informasi tentang karakteristik suatu produk, dapat dibuktikan kebenarannya melalui pengujian. Misalnya susu mengandung 10 gram protein, maka kita dapat membuktikan klain tersebut melalui uji lab. Jika benar, maka iklan memberikan informasi yang benar. Jika salah maka iklan tersebut memberikan informasi yang mengelabui.
  4. Klaim Subjektif: Informasi yang subjektif, sukar diukur secara objektif dan sulit dibuktikan kebenarannya. Misalnya susu akan meningkatkan kecerdasan dan keceriaan. Dua klain tersebut sulit diukur kebenarannya.

Anda diminta terlebih dahulu menonton sebuah iklan susu dan diminta memberikan penilaian berdasarkan konsep 4 jenis informasi yang mengelabui tersebut. Jika anda mampu memberikan penilaian terhadap pesan atau klaim iklan susu tersebut, maka perusahaan menganggap anda telah memahami konsep iklan yang mengelabui dan diharapkan anda dapat menghindari pembuatan iklan yang memberikan informasi yang mengelabui. Silahkan click nama anda untuk menonton sebuah iklan, setiap mahasiswa akan menonton iklan yang berbeda. (lihat Tabel nama di bawah, click nama produk sesuai nama anda masing-masing)

Setelah menonton video proses keputusan konsumen dan video iklan susu, maka bahaslah iklan tersebut. Anda diminta mengevaluasi iklan dengan menggunakan

  1. Konsep klaim yang mengelabui dari Ujang Sumarwan, 2011 dan
  2. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PENGAWASAN PERIKLANAN PANGAN OLAHAN Lampiran 2, isi dari lampiran dua dapat dilihat di bawah ini setelah Tabel nama mahasiswa

Jelaskan apakah iklan susu yang anda tonton tersebut mengandung informasi atau pesan atau klaim yang mengelabui berdasarkan perspektif informasi yang mengelabui dari buku Sumarwan, 2011 dan jelaskan pula apakah ada pelanggaran terhadap peraturan Badan POM tersebut, bagian atau ayat mana yang dilanggar dan jelaskan pula konsep proses keputusan  yang digunakan dalam iklan susu tersebut.

Tuliskan jawaban anda dalam file word kemudian beri nama file tersebut dengan nama anda dan nrp anda misalnya johan rinaldi H2412100050.docx. kemudian file tersebut di upload disini dengan mengclick

Upload Jawaban Esay UAT MP Studi Kasus Video Proses Keputusan Konsumen dan Iklan Susu R58

 

Batas Akhir Sabtu 25 Maret 2017 Pk 23.50

(masukan user id dan password lms anda)

NO NAMA USERNAME Nama Produk
1 Adel Christian Parentinus Sakeru K15170001 Iklan Lactamil 2015
2 Aga Haditaqy K15170002 Lactamil – Ahli Untuk Awal Yang Baik
3 Andita Wahyuningtyas K15170003 Iklan Sgm Bunda
4 Anggi Marchelina Samudra K15170004 SGM Eksplor Presinutri+ – Lengkapi Nutrisinya dan #JadikanDuniaSahabatnya
5 Aria Kusumah Suradireja K15170005 EPIC!!! SAPI & PISANG? SURFING?? – INDOMILK BANANA #EPICBANANAMILK
6 Arif Kurniawan K15170006 Iklan Susu Indomilk Kid Susu Kotak 2015 Teman Main Barengmu
7 Arya Adhi Nugraha K15170007 Iklan Indomilk Kental Manis 2016
8 Caselia Ajeng Puspitasari K15170008 Iklan Susu Botol Indomilk SCI edisi Main Skateboard 30s (2009)
9 Debbie Megasari K15170009 Iklan Indomilk Susu Bubuk
10 Dony Firman Santosa K15170010 HiLo Active Chocolate – Hi Calcium, Less Fat
11 Dore Rhendy Mamori K15170011 Iklan HiLo Belgian Chocolate
12 Elvo Rizky Ekananda Agassi K15170012 Iklan susu HiLo Gold versi Mertua Menantu
13 Endy Jeri Suswono K15170013 Iklan susu HiLo Platinum versi Tante Beti Gesit
14 Ferro Firmansyah K15170014 HiLo Soleha “Sunshine” featuring Dian Pelangi
15 Ficky March Firmanto Purba K15170015 Iklan HiLo Teen 2016 – “Tumbuh Tinggi, Jangan Nanti Nanti”
16 Galuh Maharani K15170016 Iklan Hilo School – Basket
17 Ganistie Furry Qisthina K15170017 Iklan Susu Ultra Mimi 2015
18 Gilang Sukma Widjaja K15170018 Prenagen Emesis
19 Intan Adhitya Rosmasari K15170019 Morinaga Platinum Moricare+ Prodiges
20 Leo Cahya Trias Putra R K15170020 Iklan Entrasol Solusi Nutrisi Harian Anda
21 Lina Sartika Candra K15170021 Iklan Diabetasol No Calorie Sweetener Ahlinya Solusi Diabetes
22 Luthfi Nurhakim K15170022 TVC Susu Zee Clay Griblle with Andryan Bima
23 Made Ramalaksana R K15170023 Dancow 3+ “Siap-Siap”
24 Maharani Ayuningtyas K15170024 Iklan – Anmum Essential 1234 Untuk Anak_30s
25 Metti Wiradika Charolyna Sinambela K15170025 Iklan Bebelac 3 dan 4 Grow Them Great edisi Kucingnya Ilang 
26 Muhamad Abduh K15170026 Iklan Bebelac 3 dan 4 Terbaru 2015
27 Muhamad Syahid Abdurrahim K15170027 Iklan Dancow Batita & Dancow Datita – Anak Main & Hewan
28 Muhammad Firza Yushadi K15170028 Iklan Frisian Flag Karya 4-5 Tahun Momen WOW Periode 2 (Qeela)
29 N. Karindita Ekibdwi Putri K15170029 Iklan Frisian Flag Kid & School
30 Nazmi Salim K15170030 Iklan Friso GOLD – EXPERIENCE more together
31 Neneng Saadah K15170031 Iklan Lactogen 3 Dan 4
32 Nevvi Wibella K15170032 Iklan Morinaga Chil School Untuk Generasi Platinum
33 Nurlaila Firdani Fajri K15170033 Iklan Nestlé LACTOGROW HappyNutri – Happy Tummy Happy Kids 30s
34 Nurul Winda Liliyani K15170034 Iklan SGM Eksplor 5+ @ ANTV
35 Panca Pratama Iskandar K15170035 Iklan Susu SGM 3 versi Pohon Strawberry (2008)
36 Pradana Jati Kusuma K15170036 Iklan Susu Zee – Celana Mlorot 30s (2017)
37 Ramdhan Abdul Ghifari K15170037 Iklan Susu Zee edisi Hujan
38 Resty Anugrah Kusmarini K15170038 More Than Me 30s
39 Rika Kusumawati K15170039 Nestlé Dancow 5+ (bicycle}
40 Riki Laksa Purnama K15170040 Nestle Indonesia – DANCOW – Iklan TV DANCOW 3+
41 Risa Yanti Diannisa Siregar K15170041 Nutrilon Royal 4
42 Rivani Dahlia K15170042 Sustagen: A nutritious milk for growing up children.
43 Ryan Adelino K15170043 TVC Susu Zee Clay Griblle with Andryan Bima
44 Salman Fajri K15170044 Susu HiLo Teen
45 Surya Pratiwi K15170045 Produk Kalbe: Susu Zee
46 Syufriadi Ibrahim K15170046 Prenagen mommy
47 Tamiyah Alatas K15170047 Lactamil
48 Vania Claresta K15170048 Frisian Flag mama
49 Vedro Isanggoro Wibisono K15170049 Anmum Materna
50 Wahana Halian K15170050 Nutricia: Nutrima
51 Windy Putri Arianti K15170051 SGM Bunda
52 Yaumil Putri Erlambang K15170052 FrisoMum Gold
53 Yayuk Sukarsih K15170053 Bebemama

Bacalah lampiran berikut:

LAMPIRAN II PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PENGAWASAN PERIKLANAN PANGAN OLAHAN

INFORMASI IKLAN

  1. PERSYARATAN UMUM
  1. Informasi yang harus diperhatikan dalam Iklana.
  1. Iklan harus jujur, benar dan bertanggungjawab.
  2. Cara penyajian iklan harus memperhatikan kepantasan dan sesuai dengan norma kesopanan dan budaya yang berlaku di masyarakat.
  3. Nama dagang yang telah memiliki sertifikat merek apabila digunakan sebagai pesan dan/atau klaim dalam iklan wajib disertai bukti ilmiah yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan
  4. Iklan wajib menyatakan atau mencantumkan tulisan “Baca label sebelum membeli”.
  1. Informasi yang tidak boleh dicantumkan dalam Iklan
  1. Iklan dilarang memuat kata, pernyataan, gambar yang bermakna hiperbola yang berpeluang untuk ditiru dan membahayakan. Iklan boleh memuat ekspresi dan/atau visualisasi hiperbola yang berada di luar jangkauan akal manusia selama masih memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dan pesan yang disampaikan tidak menyesatkan.
  2. Iklan dilarang memuat kata atau kalimat sebagai berikut:

1) Kata-kata superlatif seperti “paling”, “nomor satu”, ”top”, atau kata-kata berawalan “ter“, dan atau yang bermakna sama, kecuali jika disertai dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan

2) ”Satu-satunya”, ”hanya”, ”cuma”, atau yang bemakna sama tidak boleh digunakan, kecuali jika secara khas disertai dengan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan, dalam hal apa produk tersebut menjadi satu-satunya

3) “Jauh lebih…” atau “Lebih …” atau yang semakna, kecuali apabila diperbandingkan dengan produknya sendiri.

-15-

4) “Sehat”, “Cerdas”, “Pintar” jika terkait dengan sebab dan akibat dari mengkonsumsi pangan yang diiklankan.

5) “Aman”, “tidak berbahaya”, ”tidak mengandung risiko” atau “tidak ada efek samping” atau yang semakna, tanpa keterangan yang lengkap.

  1. Pangan olahan dilarang diiklankan seolah-olah sebagai obat.
  2. Iklan dilarang menggunakan dan/atau menampilkan secara tidak layak pahlawan, monumen dan lambang-lambang kenegaraan maupun tokoh-tokoh dan monumen yang telah merupakan milik umum.
  3. Iklan dilarang menggunakan kata-kata:

1) Penemuan baru

2) Ajaib/keajaiban alami

3) Keramat

4) Keajaiban dunia

5) Agar lebih aktif

6) Agar lebih berprestasi

7) Modern

8) Canggih

  1. Iklan dilarang menyalahgunakan istilah-istilah ilmiah, statistik dan grafik apabila bertujuan untuk menyesatkan khalayak, atau menciptakan kesan yang berlebihan dan tak bermakna, serta tidak sesuai dengan kaidah kaidah penelitian
  2. Iklan dilarang menyebutkan teknologi pengolahan kecuali teknologi tersebut termasuk dalam kelompok jenis pangan, seperti susu UHT, susu pasteurisasi, dan/atau susu evaporasi, karena proses UHT, pasteurisasi, dan/atau evaporasi merupakan proses yang termasuk dalam kelompok jenis pangan.
  3. Iklan dilarang mengaitkan atau menghubungkan dengan suatu event/ peristiwa/ kegiatan, dimana karena mengkonsumsi pangan tersebut seseorang meraih prestasi, atau berhasil keluar sebagai pemenang dalam kegiatan tersebut.
  4. Iklan dilarang mengambil kesempatan/keuntungan terhadap kesalahan orang lain untuk kepentingan periklanan pangan.
  5. Iklan dilarang mencantumkan bahwa pangan dapat menyehatkan dan dapat memulihkan kesehatan.

-16-

  1. Iklan dilarang memuat keterangan atau pernyataan bahwa pangan tersebut adalah sumber energi yang unggul dan segera memberikan kekuatan.
  2. Iklan tidak boleh dihubungkan dengan hal-hal yang menyangkut kesehatan dan pemulihan tenaga, kecuali pangan dengan klaim penurunan risiko penyakit.
  3. Iklan dilarang melecehkan, mendiskreditkan atau merendahkan baik secara langsung maupun tidak langsung pangan lain.
  4. Dilarang menampilkan dalam bentuk apapun hal-hal yang dianggap dapat mengganggu atau merusak jasmani dan rohani anak-anak.
  5. Penggunaan pendekatan fantasi atau imajinasi tidak boleh dibuat sedemikian rupa, sehingga mendorong anak untuk mempercayainya sebagai suatu kebenaran.
  6. Hal-hal yang tidak boleh digunakan/dicantumkan dalam Iklan
  7. Pemeran

1) Iklan tidak boleh diperankan oleh tenaga kesehatan, tokoh agama, atau pejabat publik atau berperan sebagai tenaga kesehatan atau pejabat publik.

2) Iklan dilarang semata-mata menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 (lima) tahun dalam bentuk apapun, kecuali apabila pangan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia di bawah 5 (lima) tahun.

  1. Setting / Gambar

1) Iklan dilarang menampilkan gambar laboratorium, nama, logo atau identitas lembaga, termasuk lembaga yang melakukan analisis dan/atau mengeluarkan sertifikat terhadap pangan.

2) Iklan tidak boleh menampilkan adegan, gambar, tanda, tulisan, kata-kata, suara, dan lainnya yang memberi kesan tidak sopan.

  1. Materi Edukasi

Untuk materi edukasi baik dalam bentuk advertorial ataupun bentuk lainnya agar dipisahkan dari iklan pangan olahan sehingga tidak bias antara iklan pangan olahan dengan materi informasi umum atau iklan layanan masyarakat.

-17-

  1. PERSYARATAN KHUSUS
  1. Iklan Pangan yang Berkaitan dengan Gizi dan Kesehatan
  1. Pernyataan dan atau gambar bahan pangan yang dapat diiklankan harus sesuai dengan klaim dan label yang disetujui
  2. Iklan dilarang menyatakan seolah-olah pangan berlabel gizi mempunyai kelebihan dari pangan yang tidak berlabel gizi.
  3. Iklan dilarang memuat pernyataan kandungan zat gizi pada pangan apabila kandungan zat gizi tersebut tidak seluruhnya berasal dari pangan tersebut, tetapi sebagian diberikan oleh pangan lain yang dapat dikonsumsi bersama-sama.
  4. Iklan Pangan Olahan Tertentu
  5. Iklan pangan yang mencantumkan Klaim Penurunan Risiko Penyakit harus dievaluasi terlebih dahulu sebelum diiklankan.
  6. Pangan yang mencantumkan Klaim Penurunan Risiko Penyakit sebagaimana dimaksud pada huruf (a) ditentukan berdasarkan risk based evaluation.
  7. Pangan untuk bayi yang boleh diiklankan hanya makanan pendamping ASI (MP-ASI).
  8. Iklan MP-ASI wajib memuat keterangan peruntukannya. Keterangan peruntukan harus jelas dinyatakan bahwa produk tersebut ditujukan untuk bayi berusia 6 bulan ke atas atau berdasarkan indikasi medik, sampai anak berusia 24 bulan.
  9. Iklan tentang formula bayi, formula lanjutan, dan pangan untuk keperluan medis khusus dilarang dimuat dalam media massa, kecuali dalam media cetak khusus tentang kesehatan, setelah mendapat persetujuan Menteri Kesehatan. Iklan formula bayi dan formula lanjutan wajib memuat keterangan bahwa pangan yang bersangkutan bukan pengganti ASI.
  10. Iklan MP-ASI dilarang menampilkan gambar bayi di bawah usia 6 bulan.
  11. Formula pertumbuhan yang memakai nama dagang yang sama dengan nama dagang formula bayi dan formula lanjutan dilarang diiklankan.
  12. Iklan pangan dengan klaim penurunan risiko penyakit wajib menyatakan keterangan tentang peruntukan, anjuran konsumsi dan peringatan perhatian yang perlu diketahui

-18-

  1. Iklan pangan untuk anak-anak wajib memenuhi ketentuan sebagai

berikut:

1) Dilarang mengambil manfaat atas kemudah-percayaan, kekurangan pengalaman atau kepolosan hati anak-anak

2) Iklan tidak diperkenankan mengesankan bahwa manfaat dari suatu produk dapat memengaruhi perubahan status, popularitas, kepandaian, keberhasilan dalam kegiatan olah-raga, perubahan fisik, dan hal-hal sejenis lainnya.

3) Iklan tidak boleh menganjurkan atau membenarkan, atau mendorong timbulnya perilaku yang tidak benar; seperti:

  • Menentang atau mengabaikan nasihat atau anjuran orangtua atau orang yang dituakan.
  • Menampilkan adegan berbahaya atau kekerasan, sekalipun dikemas dalam bentuk permainan anak.
  • Menggunakan bahasa atau percakapan yang tidak pantas diucapkan oleh anak.
  • Menampilkan adegan yang mengeksploitasi daya rengek (pester power) anak, dengan tujuan memaksa para orangtua untuk mengabulkan permintaan anak mereka akan produk terkait.
  • Menganjurkan pola makan atau diet yang tidak sehat.
  1. Iklan Bahan Tambahan Pangan
  1. Iklan bebas bahan tambahan pangan atau yang semakna harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  2. Iklan sediaan pemanis buatan dilarang menggunakan tulisan, katakata, gambar seolah-olah pemanis buatan berasal dari alam.
  1. Iklan yang Berkaitan dengan Proses dan Asal serta Sifat Bahan Pangan
  1. Kata-kata, kalimat, pernyataan, gambar tentang asal serta sifat bahan pangan untuk disampaikan dalam iklan hanya boleh digunakan apabila tidak menyesatkan, dan/atau menimbulkan penafsiran yang salah.
  2. Penggunaan klaim “bebas kolesterol” atau “non kolesterol” pada iklan hanya diperbolehkan apabila pangan tersebut mengandung bahan yang secara kajian ilmiah lazim mengandung kolesterol.
  3. Pernyataan “alami” hanya dapat digunakan untuk bahan mentah, yang tidak dicampur dan tidak diproses atau produk yang diproses secara fisika tetapi tidak mengubah sifat kimia dan kandungannya.

-19-

  1. Pernyataan “murni” atau pernyataan “100%” hanya dapat digunakan untuk produk pangan yang tidak ditambahkan/dicampur dengan bahan lain.
  2. Pernyataan “dibuat dari” hanya dapat digunakan bila produk yang bersangkutan seluruhnya terdiri dari satu bahan.
  3. Pernyataan “dibuat dengan … ” atau “berisi … ” dapat digunakan bila produk terdiri dari beberapa bahan.
  4. Pernyataan “segar” hanya dapat digunakan apabila pangan tidak diproses, berasal dari suatu bahan dan menggambarkan pangan yang belum mengalami penurunan mutu secara keseluruhan.
  5. Pangan yang dibuat atau berasal dari bahan alamiah tertentu hanya dapat diiklankan sebagai pangan yang berasal dari bahan baku alamiah tersebut apabila pangan tersebut mengandung bahan alamiah yang bersangkutan tidak kurang dari persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia atau ketentuan lain yang berlaku.
  6. Iklan tidak boleh menyebutkan kata-kata “higienis”, “sanitasi”, dan hal lain semakna yang sudah merupakan keharusan dalam proses produksi pangan.
  7. Iklan Minuman Beralkohol
  8. a) Setiap orang dilarang mengiklankan minuman beralkohol dalam media massa apapun.
  9. b) Tidak mempengaruhi atau merangsang khalayak untuk mulai meminum minuman beralkohol.
  10. c) Tidak menyarankan bahwa tidak meminum minuman beralkohol adalah hal yang tidak wajar.
  11. d) Tidak menggambarkan penggunaan minuman beralkohol dalam kegiatan-kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan.
  12. e) Tidak menampilkan ataupun ditujukan terhadap anak di bawah usia 21 tahun, dan/atau wanita hamil.
  1. Iklan Pangan yang Menyertakan Undian, Sayembara dan Hadiah
  1. Iklan pangan boleh menyertakan undian, sayembara atau hadiah langsung
  2. Pencantuman pernyataan “syarat dan ketentuan berlaku” dalam iklan harus diikuti dengan keterangan yang menjelaskan di mana dan bagaimana memenuhi persyaratan dan ketentuan tersebut.
  3. Pernyataan “syarat dan ketentuan berlaku” harus mudah terbaca.

-20-

  1. Mencantumkan tanggal penarikan dan cara pengumuman pemenangnya.
  2. Dilarang mensyaratkan “selama persediaan masih ada“ atau ungkapan lain yang sejenisnya.
  1. Iklan Pangan Halal
  1. Kata halal pada sesuatu produk hanya dapat disiarkan sesudah produk tersebut memperoleh sertifikat halal resmi dari lembaga yang berwenang.
  2. Kata ”halal” tidak boleh dieksploitasi. Eksploitasi kata halal adalah penggunaan label halal atau kata halal sebagai pesan utama yang dikampanyekan dengan tujuan untuk merayu, membujuk atau mempengaruhi proses pembelian. Kata halal hanya boleh dicantumkan sebagai informasi atau fakta.

KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

ROY A. SPARRINGA